Feeds:
Pos
Komentar

SUDHI – WADANI

SUDHI WADANI

DHARMA-WACANA TGL 20 MARET 1999 DI

PURA EKA WIRA ANANTHA.

 Hindu-Dharma@itb.ac.id@INTERNET

 

1.                 LATAR BELAKANG SUDHIWEDANI

2.                 PENGERTIAN SUDHI WADANI

3.                 SARANA & PRASARANA SUDHI WADANI

4.                 PELAKSANAAN UPACARA.

 

1.                 Latar belakang Sudhi Wadani.

Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu ( UUD 45 pasal 29 – 2 ) Lanjut Baca »

PENDETA DARI VANGSA SUDRA.

Wecana yang disampaikan kepada umat pas Hari raya Nyepi 2001.

Di Pura Ekawira Anantha Serang – Banten

Jero Mangku Made Sudiada

Dari Dharma-Wacana ini anda bisa simak.

1.       Makna sebuah yadnya

2.       Muatan dari pada yadnya

3.       Brahmana yang sebenarnya

4.       Tempat suci serta  vibrasinya

5.        Indikasi dariyadnya yang diterima

6.       Arti  dari daksina yang sesungguhnya Lanjut Baca »

WANITA DALAM SEBUAH PERJALANAN.

Oleh: Jromangku_sudiada@yahoo.com

Dharma – wacana 21 April 2007

Pura Eka Wira Anantha – Serang Banten.


Kalau tidak salah, tiga tahun yang lalu, kami mendapatkan tugas khusus dari kantor tempat kami bertugas sebagai External Auditor especially for Safety ke Mesir(EGYP) tepatnya di Alexandrea, entah mengapa perjalanan ini begitu sangat berkesan, dan sepertinya sangat sulit untuk dihapuskan terutama tentang Tenaga Kerja Wanita Indonesia yang mengais dolar / dinar dinegara yang sering mendapatkan julukan Tanah Suci….., Serambi syurga Lanjut Baca »

SARJANA YANG SUJANA.

WIKU PRAVERDI :

Jeromang_sudiada@yahoo.com

Buda Wage wukir – 2006

Wiku = Pandito

Prawerdi = Pengelana


Dikissahkan ada seorang Wiku, yang sudah menyelesaikan Kasewan ( Perguruannya ) dalam pendalaman Veda, diakhir dari masa pendidikannya ini maka beliau melakukanlah upakara Podgala ( Dwijati/wisuda ) sehingga sempurnalah julukan wiku dari beliau untuk menjadi seorang Wiku.

Kira kira demikianlah akan muncul image masyarakat terhadap Wiku, namun diluar itu mari kita ikuti ceritra dibawah ini. Lanjut Baca »

ICAKA – WARSA 1929

NYEPI

Oleh : Jeromangku _Sudiada@Yahoo.com

Hari raya Nyepi merupakan hari besar keagamaan umat Hindu untuk menyambut datangnya tahun baru Icaka (1929) rangkaian kegiatan penyepian sebagai berikut:

  1. Kegiatan Pemelastian (Anyuntaken laraning jagat paklese letuhing buwana)
  2. Kegiatan Tawur Kesanga
  3. Kegiatan ritual Penyepian (Catur Brata Penyepian)
  4. Ngembak Geni
  5. Dharma santhi

Hari Nyepi itu jatuh pada Tilem ke Sanga dimana menurut perhitungan Matahari satu siklus tahun Caka dimulai dari Matahari berada di Equator berrotasi ke utarayana (arah Utara) lintas Utara kembali ke Equator diteruskan ke Daksinayana dan kembali ke Equator inilah yang disebut saktu siklus tahun Icaka. Lanjut Baca »

SIWA RATRI – DALAM KONSEP – KEKINIAN


Hari Siwaratri yang jatuh pada Purwaning Tilem Kapitu, Sabtu 24/1/2009 mendatang, merupakan momen yang sangat tepat untuk merenung dan mengendalikan diri. Pada hari suci penuh pengampunan itu, umat Hindu diajak untuk bisa mengekang hawa nafsu dan keinginan yang bersifat duniawi. Nilai-nilai apa yang bisa dipetik dari malam Siwaratri dalam konteks kekinian? Kemudian, apakah figur si pemburu Lubdaka yang diceritakan pada malam Siwaratri masih relevan dengan kehidupan sekarang

Hidup manusia sebenarnya dibelenggu oleh bhuta kala. Dalam usaha melepas belenggu bhuta kala itu, manusia hendaknya berusaha mendapatkan keseimbangan jasmani dan rohani yang bisa dicapai secara perlahan-lahan dan bertahap. Tidak dimungkiri banyak hambatan yang menghadang ketika manusia ingin mencapai keseimbangan itu. Hambatan itu datangnya tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam diri manusia itu sendiri perhatikan pupuh dibawah ini. Lanjut Baca »

Om Swastyastu,

Bila kehidupan ini kita andaikan sebagai sebuah medan perang, maka kita harus mengetahui siapakah musuh terberat kita, sehingga kita selalu bisa memenangkan pertarungan hidup. Bisa meraih sukses mencapai semua target hidup yang kita canangkan.

Menurut Agama Hindu musuh yang paling berat adalah ada di dalam diri manusia. Tidak mengherankan bila para bijaksana (vipra) mengatakan bahwa,  Kalahkanlah terlebih dahulu musuh dalam dirimu sendiri, maka akan sangat mudah bagimu untuk mengalahkan musuh di luar dirimu. Lanjut Baca »